BPP Di Bungi Beralih Varietas Ke Padi Inpari

Peliput: Nelvida A
BAUBAU, BP- Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan Bungi mulai beralih varietas dari padi cisantana ke padi inpari 30 dan 40. Pasalnya, produktifitas padi inpari dianggap lebih unggul karena mampu menghasilkan 9-10 ton beras.

Diposting April 4,2019 in Berita & Politik.

Fauzan 2007
35 Teman 101 Orang membaca ini

Kepala BPP H Bonari S PKP mengatakan peralihan varietasi tersebut karena produktifitas padi cisantana yang kurang bagus. Peningkatan padi sawah beralih dari varietas cisantana ke impari 30 dan 40, katanya kepada Baubau Post di ruangannya, kamis (24/04).

Saat ini, BPP di Kecamatan Bungi merangkul lima kelurahan yakni Kelurahan Liabuku, Waliabuku, Karing-karing, Kampeonaho dan Tampuna, dengan jumlah petani produktif sebanyak 49 kelompok yang aktif mengambil benih varietas padi inpari.

Petani produktif kami itu sebanyak 49 kelompok yang masih aktif, kata Bonari.

Lanjut Bonari, ada dua hektar areal persawahan yang menjadi pencontohan varietas padi inpari 30 dan 40. Namun hal itu kurang didukung dana. Hal itu memaksa para kelompok tani BPP meningkatkan produksifitasnya dengan swadaya.

Jadi kami berinisiatif mengunakan dana sendiri. Kemudian para petani juga melakukan swadaya untuk peningkatan produktifitasnya. Terdapat dua hektar sebagai percontohan cuma dukungan dana itu belum ada, dana tersebut berasal dari dana sendiri, jelasnya.

Bonari berharap, kelompok tani BPP terus mengembangkan produktifitasnya. Ditergetkan, dengan varietas unggul padi invatri dapat menghasilkan puluhan ton beras dalam sekali panen. Dengan progres tersebut sudah pasti akan mendorong perekonomian para tani.

Harapan saya, BPP ini kan sebagai percontohan untuk mendapatkan dana, tutupnya. (#)

Tandai: BPP,
Fauzan 2007 Artikel

Baca lebih lanjut.

Pendidikan
May 5, 2019 | 241 Orang membaca ini

Komedi
April 4, 2019 | 94 Orang membaca ini

Pendidikan
April 4, 2019 | 79 Orang membaca ini

Sejarah & Fakta
June 6, 2019 | 113 Orang membaca ini

Berita & Politik
April 4, 2019 | 93 Orang membaca ini