Asal Usul Api yang Kita Gunakan Saat Ini: Dahsyatnya Api Neraka Sebesar Biji Zarah.

30 April 2019,
Sumber gambar :
https://cdn.pixabay.com/photo/2017/10/30/09/09/fire-2901807_1280.jpg

Diposting April 4,2019 in Sejarah & Fakta.

xhadi Shs
35 Teman 203 Orang membaca ini

Sahabat,
Datangnya hari Kiamat, menjadi rahasia Allah Yang Maha Kuasa. Dan keberadaan Neraka, hingga saat ini juga belum tampak. Kaum muslimin yakin, jika neraka sudah dipersiapkan oleh Allah Subhanallahu wa ta'ala sebagai hunian bagi manusia yang zholim, ingkar, dan tamak.

Neraka nantinya dipenuhi dengan siksa serta panas api yang menyala-nyala. Berdasarkan sebuah riwayat hadits, panas api neraka mencapai 70 kali dari panasnya api di dunia.

https://as2.ftcdn.net/jpg/00/00/46/09/500_F_460989_Iv9tPZjFP4Rbc8912v5Sb89WBL0NXC.jpg

Tentu uapnya saja akan mampu membakar tubuh-tubuh manusia yang berdosa di dalamnya. Dan tahukah Anda, jika ternyata api dari neraka pernah dibawa Malaikat Jibril ke dunia. Mulanya Malaikat hanya meminta api neraka sebesar buah kurma saja. Namun Penjaga Neraka menolaknya. Mengingat jumlah tersebut mampu melelehkan 7 langit dunia, dan seluruh bumi karena panasnya. Akhirnya api yang dibawa ke bumi hanya sebesar biji zarah saja.


Dari Abu Hurairah Radiyallahu 'anhu ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda "Api yang biasa kalian nyalakan merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya neraka jahanam. Ya Rasulullah, demi Allah sungguh api dunia ini benar-benar cukup panas," ungkap para sahabat. Nabi Muhammad SAW melanjutkan, "Tetapi sungguh api neraka jahanam enam puluh sembilan kali lebih panas dibandingkan api dunia, yang masing-masing bagian sama panasnya dengan api di dunia"
(HR. Bukhori, Muslim Tirmidzi)


Dalam sebuah cerita dikisahkan jika Nabi Adam Alaihi salam sesampainya di dunia kesulitan dalam menjalani kehidupannya. Bapak seluruh umat manusia ini terlebih dahulu harus bekerja keras, namun ketika sudah mendapatkan makanan, bahan-bahan tersebut tidak bisa dimakan layaknya di Syurga. Harus diolah lagi baru kemudian bisa dihidangkan. Caranya adalah memasak dengan api. Nabi Adam akhirnya memohon kepada Allah SWT agar diberi api. Maka Allah SWT mengutus malaikat Jibril agar meminta sedikit api neraka kepada Malik: malaikat sang Penjaga Neraka, untuk keperluan Nabi Adam As tersebut.


"Wahai Jibril, berapa banyak engkau menginginkan api?" tanya malaikat Malik.
"Aku minta api neraka seukuran buah kurma" jawab malaikat Jibril.
"Jika aku memberikan api neraka seukuran buah kurma, maka tujuh langit dan seluruh bumi akan hancur meleleh karena panasnya!" kata malaikat Malik.
"Kalau begitu berikan aku separuh buah kurma saja!" jawab malaikat Jibril. Kemudian malaikat Malik menjawab, "Jika aku berikan api sebesar separuh kurma. Maka langit tidak akan menurunkan air hujan setetes pun dan air di bumi akan mengering sehingga tidak ada satu pun tanaman yang hidup karena panasnya."


Sang Malaikat kemudian bertanya kepada Allah SWT terkait jumlah api yang sesuai untuk dibawa ke bumi. Dan Allah pun berfirman "Ambillah api dari neraka sebesar zarah!".


Malaikat Malik kemudian mengambil api neraka sebesar zarah lalu diserahkan kepada malaikat Jibril. Malaikat Jibril merasakan api yang sebesar zarah, masih terlalu panas untuk nabi Adam As. Lalu api neraka sebesar zarah itu terpaksa didinginkan dengan mencelupkannya ke dalam sungai di syurga sebanyak 70 buah sungai. Setiap satu sungai sebanyak 70 kali celupan. Setelah selesai dan dirasa tidak terlalu panas, maka malaikat Jibril membawa api neraka ke bumi.


Ternyata, gunung-gunung yang ada di bumi pun tak sanggup menahan panasnya api neraka yang hanya sebiji zarah tersebut ~ sebelum diserahkan kepada nabi Adam As, api neraka itu diletakkan di atas gunung yang tinggi. Namun ketika api itu diletakkan, gunung tersebut hancur lebur sebab tidak bisa menahan panasnya api neraka yang sebesar zarah itu. Tanah, batu-batu, besi dan semua yang ada di sekitar gunung: di dalam tanah, dan di atas daratan menjadi bara api yang sangat panas, dan melelhkan apa saja yang tersentuh olehnya. Bahkan api neraka itu tembus hingga perut bumi, dan menyebabkan munculnya bara api yang sangat besar di dalam perut bumi. Dahsyatnya bara api yang ditinggalkan adalah berwarna hitam pekat, bukan berwarna merah yang menyala.


Api yang kita gunakan hari ini, adalah sisa-sisa dari bara api yang membakar tanah, batu dan besi. Dan bara api yang ada di perut bumi, kadar panasnya jauh berkurang dari beratus juta kali dari panasnya api neraka.
Wallahu a'lam bish-shawabi.

"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu" (al-Baqarah : 147)

Mudah-mudahan bermanfaat.

xhadi Shs Artikel

Baca lebih lanjut.

Ekonomi & Perdagangan
April 4, 2019 | 54 Orang membaca ini

Produk & Layanan
April 4, 2019 | 74 Orang membaca ini

Berita & Politik
April 4, 2019 | 17 Orang membaca ini

Berita & Politik
April 4, 2019 | 19 Orang membaca ini

Gaya Hidup
April 4, 2019 | 65 Orang membaca ini